Shirobako

Anime yang menceritakan tentang seluk-beluk proses pembuatan anime.

Ya, jika kita menoleh kembali ke awal season Summer di tahun 2014 yang lalu sambil menyebut nama studio animasi P.A. Works, nampaknya yang paling pertama muncul dalam ingatan orang kala itu adalah anime original bergenre romance dengan bumbu netorare seperti Nagi no Asukara yang dirilis pada season Fall di tahun 2013, serta Glasslip yang dirilis pada season Fall di tahun 2014. Kemudian, pada season Summer di tahun 2014, P.A. Works seperti biasanya menghadirkan anime original, namun dengan tema yang jauh berbeda dari anime hasil produksi P.A. Works sebelumnya juga dari anime-anime lainnya yang rilis pada saat itu. Shirobako, adalah anime yang mengisahkan tentang kisah di balik layar kehidupan orang-orang yang terlibat di dunia industri pembuatan anime. Di awal, anime ini mengisahkan tentang lima orang gadis, yakni Miyamori Aoi, Yasuhara Ema, Sakaki Shizuka, Imai Midori, dan Toudou Misa, yang sejak SMA bercita-cita untuk dapat membuat anime bersama-sama di masa yang akan datang. Silih waktu berganti, akhirnya kelima orang gadis tersebut menempuh jalan kehidupannya di dunia industri anime secara profesional dalam bidang yang masing-masing berbeda. Aoi sebagai bagian production desk dari studio animasi bernama Musashino Animation, Ema sebagai key animator juga di Musashino Animation, Shizuka menjadi seiyuu, Midori menjadi scriptwriter, dan Misa sebagai bagian di pengembangan grafis tiga dimensi.

Anime ini menceritakan betapa keras dan beratnya kehidupan orang-orang yang terlibat dalam industri pembuatan anime. Script yang ditolak, kualitas design gambar yang terkadang tidak memenuhi ekspektasi, persaingan di dunia sulih suara/seiyuu, hingga kesibukan dan kepanikan karena dikejar deadline adalah sedikit dari masalah-masalah di dunia industri anime yang coba dijabarkan dalam anime ini. Semua itu bisa tergambar dari kesulitan yang dialami para heroine di anime ini, seperti Shizuka yang sangat kesulitan untuk terpilih sebagai seiyuu dan mengisi suara dari karakter anime, Ema yang sempat frustrasi karena kualitas gambarnya sempat terlihat “kacau” dan “berantakan”, dan tentu saja Aoi yang kesulitan melobi berbagai pihak agar setiap episode dari anime yang akan ditayangkan mampu diproduksi secara tepat waktu dan tentunya dengan kualitas yang sebagaimana mestinya.

Shizuka yang galau karena terancam tidak memiliki pekerjaan tetap sebagai seorang seiyuu karena selalu kalah dalam audisi
Yasuhara Ema, sang key animator
Kesalahan sekecil apapun seperti salah gores atau proporsi garis yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kualitas dari animasi secara keseluruhan. Stress akan hal tersebut seperti sudah menjadi makanan sehari-hari untuk Ema
Ekspektasi tidak sesuai dengan kenyataan ? Selamat datang di dunia industri kreatif !
Miyamori Aoi, salah satu tugasnya sebagai seorang production desk adalah melobi berbagai macam pihak dengan berbagai karakteristik yang berbeda pula, termasuk yang berjiwa sucker
Pusing tujuh keliling karena dikejar deadline dan harus menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Siapa yang bilang terlibat di dalam industri pembuatan anime itu hal yang asik dan mudah ?

Anime ini sendiri terfokus pada kegiatan di studio Musashino Animation dan terbagi menjadi dua cour, cour pertama menceritakan tentang kegiatan studio Musashino Animation dalam memproduksi anime yang berjudul Exodus!, sementara cour kedua menceritakan tentang pembuatan anime yang berjudul The Third Girls Aerial Squad, dimana di cour kedua ini juga terdapat beberapa tokoh baru di Musashino Animation untuk mengisi dan menggantikan peran dari beberapa orang yang berhenti dengan alasan mereka masing-masing, seperti pindah ke studio animasi yang lain.

Meskipun pada kenyataannya industri pembuatan anime adalah industri yang keras dan berat untuk dijalani, namun anime ini mengemas hal tersebut dengan cara yang terkesan santai namun tetap serius. Itu terlihat dari seringnya anime ini menampilkan sisi lain dari berbagai pihak di Musashino Animation, misalnya seperti sifat Director Kinoshita Seiichi yang super imajinatif dan terkesan kekanak-kanakan apabila sudah menyinggung sesuatu yang berbau moe.

Director Kinoshita yang super imajinatif dan sangat berapi-api apabila sudah menyinggung hal yang berbau moe, menjadi bumbu tersendiri yang menggelitik

Selain itu, anime ini juga sering menampilkan berbagai macam cameo dan juga “plesetan” dari berbagai macam hal dalam dunia industri anime di dunia nyata seperti plesetan dari para profesional yang sudah lama berkecimpung dalam dunia produksi anime ( contohnya Mitsuaki Kanno yang merupakan plesetan dari Hideaki Anno, selaku Director dari anime Neon Genesis Evangelion ), studio animasi, hingga anime yang pernah beredar sebelumnya ( contoh konkritnya adalah Guncolle yang merupakan plesetan dari anime Kancolle/Kantai Collection yang sedang populer saat ini ), dimana hal-hal tersebut seakan memberikan kesan yang menggelitik bagi para penonton yang tentunya sudah tidak asing dengan hal-hal tersebut.

Fans Evangelion pasti sudah tidak asing pada sosok yang satu ini, nice cameo though
Guncolle ? Nice one

Anime ini juga memiliki alur cerita yang tersusun rapi, itu terlihat dari semacam regenerasi saat anime ini memasuki cour kedua, dimana terdapat berbagai tokoh baru yang akhirnya menjadi semacam “junior” bagi Aoi dan Ema, serta berbagai macam konflik yang terjadi dalam anime ini juga sudah ditonjolkan dengan baik. Pada akhirnya, anime ini berakhir dengan klimaks dimana salah satu proyek terbesar Musashino Animation yaitu The Third Girls Aerial Squad berhasil diproduksi tepat waktu secara memuaskan, serta kelima heroine dari anime ini berhasil melewati kesulitan berat yang mereka alami masing-masing dan semuanya terlibat dalam proses pembuatan anime ini, sehingga cita-cita dan impian mereka untuk membuat anime bersama-sama pun telah tercapai. Dan yang terpenting, anime ini mampu memberi semacam pengetahuan baru juga wawasan yang lebih jauh akan cara-cara memproduksi sebuah anime, karena anime ini menjelaskan segala sesuatunya mulai dari yang paling detil hingga hal-hal yang terkesan sepele, contohnya proses pembuatan efek suara, lalu bagaimana membuat suara kerumunan orang dan masih banyak lagi.

Proses pembuatan background sound kerumunan orang banyak
Proses pembuatan sound effect monster buas sekalipun dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja

Anime ini sangat cocok direkomendasikan kepada Anda yang berniat untuk mengetahui lebih jauh seluk-beluk tentang kegiatan memproduksi anime dan berbagai macam permasalahan yang ada di dalamnya. So, this time I have to say good job and give my salute to P.A. Works because of this anime.

Score : (8/10)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s