Leicester, Sang Juara Yang Tidak Terlihat Seperti Juara

feature-4

Tahun 2016 merupakan tahun yang tidak akan pernah dilupakan oleh para fans Leicester City. Bagaimana tidak, tim yang bermarkas di King Power Stadium tersebut berhasil menjadi juara Premier League di musim 2015/2016, tepat satu musim setelah mereka kembali ke kompetisi level tertinggi di Inggris tersebut dan mengakhiri musim dengan status nyaris terdegradasi. Hal tersebut tentunya membuat gempar tidak hanya bagi fans dari tim yang memiliki julukan “The Foxes” tersebut, namun juga seluruh jagad persepakbolaan dunia, karena Leicester telah berhasil mengungguli tim-tim besar yang selama ini mendominasi persepakbolaan Inggris, seperti duo Manchester, United dan City, tim-tim yang berbasis di London seperti Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur, ataupun Liverpool. Saking dirasa mustahilnya kemungkinan Leicester menjadi juara Premier League, bursa taruhan sempat merilis kemungkinan Leicester menjadi juara adalah 5000 banding 1. Tentunya sebuah hasil yang sangat tidak terduga bagaikan dongeng yang berakhir dengan indah bagi tim asuhan Claudio Ranieri tersebut, dan akan menjadi sebuah pencapaian yang tidak akan pernah dilupakan oleh para fans Leicester seumur hidup mereka.

tumblr_o6tm8aq4lu1s3w1lzo1_1280

Namun, memasuki musim 2016/2017, segala sesuatunya berubah secara drastis bagi Leicester. Diawali dengan kepergian salah satu pemain yang menjadi kunci keberhasilan mereka dalam konsisten meraih kemenangan demi kemenangan untuk mencapai titel juara, yakni N’Golo Kante yang memutuskan untuk berlabuh ke Chelsea, start Leicester dalam mengawali kiprah mereka di Premier League sebagai juara bertahan pun terbilang tidak begitu bagus. Mereka mengawali musim dengan kalah di kandang tim promosi Hull City dengan skor 2-1. Hal yang sangat mengejutkan mengingat Hull mengawali musim mereka dengan berbagai masalah internal klub, seperti pemecatan manajer Steve Bruce hanya beberapa saat jelang musim dimulai dan masalah jumlah pemain senior yang kurang, sekaligus mencetak rekor baru yakni sepanjang sejarah Premier League bergulir, Leicester adalah juara bertahan Premier League pertama yang memulai pertandingan pertamanya dengan kekalahan. Hasil-hasil yang diperoleh Leicester setelahnya pun seolah tidak menunjukkan bahwa mereka adalah juara bertahan dari Premier League pada musim ini. Terakhir, Leicester babak belur di kandang Southampton dengan skor 3-0 dan membuat mereka terpaku di peringkat 15 klasemen sementara, hanya terpaut 5 poin dari zona degradasi setelah menjalani 22 pertandingan sejauh ini.

czu1du5xeaavdwr

Leicester City v Everton - Premier League

Banyak faktor yang membuat Leicester tidak mampu lagi menunjukkan performa seperti saat mereka menjadi juara. Kehilangan seorang Kante, pemain yang mampu menjaga kedalaman sekaligus menjadi penghubung lini belakang dan lini depan Leicester terasa sangat berpengaruh terhadap pola permainan Leicester musim ini. Tidak peduli sekeras apa usaha Ranieri dalam bereksperimen menempatkan pemain lain di posisi Kante, mulai dari Andy King, Daniel Amartey, hingga Nampalys Mendy, lubang yang ditinggalkan Kante nampaknya begitu besar untuk dapat ditutup oleh pemain-pemain tersebut, karena mereka tidak memiliki mobilitas seperti Kante yang mampu menjadi penghubung lini belakang dan depan dari Leicester dengan baik. Pemain-pemain yang berperan krusial dalam membantu Leicester meraih gelar juara Premier League musim lalu pun seolah hilang ditelan bumi, seperti duo Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Vardy, yang pada musim 2015/2016 lalu mampu mencetak 24 gol di Premier League, berhasil membuat rekor sensasional sebagai pemain yang mampu mencetak gol dalam 11 pertandingan Premier League secara berturut-turut mengalahkan rekor yang dimiliki Ruud van Nistelrooy, dan sempat menarik minat Arsenal untuk merekrutnya, gagal menunjukkan ketajamannya pada musim ini, dengan hanya mampu mencetak 6 gol dari 24 pertandingan sejauh ini. Sementara Mahrez, yang menyabet PFA Player’ Player of The Year dan PFA Fans’ Player of The Year pada musim lalu pun seolah kehilangan sentuhan terbaiknya pada musim ini. Winger asal Algeria ini bahkan kesulitan untuk mencetak gol dari skema open play. Tidak salah apabila kedua pemain tersebut dilabeli sebagai one season wonder, karena performa cemerlang mereka hanya bertahan selama satu musim saja.

download

Faktor lain yang mungkin mempengaruhi Leicester tidak mampu lagi dengan mudah mendulang kemenangan demi kemenangan di setiap pertandingan adalah tim-tim lain sudah cukup aware dengan kapasitas pemain-pemain Leicester yang berstatus sebagai juara bertahan. Musim ini, tim-tim yang bertanding menghadapi Leicester bermain dengan lebih hati-hati dan tidak banyak memberi celah kepada pemain Leicester untuk menciptakan peluang, sehingga tidak mudah bagi Leicester untuk menerapkan gaya permainan efektif seperti musim lalu, di mana mereka banyak mencetak gol melalui skema serangan balik cepat dengan memanfaatkan lini pertahanan lawan yang terbuka, dan kemudian bermain taktis untuk mempertahankan keunggulan yang mereka miliki. Musim ini, praktis pemain-pemain yang mampu menjadi game changer seperti Vardy, Mahrez, maupun playmaker Danny Drinkwater seolah terisolasi sehingga membuat Leicester sulit untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Selain itu, faktor mentalitas juga sangat terlihat sekali berpengaruh terhadap performa Leicester di Premier League musim ini. Terlihat jelas, mereka tidak terbiasa bermain di suatu musim dengan status juara bertahan karena pada dasarnya Leicester bukanlah tim yang biasa malang melintang di papan atas dan memiliki tradisi untuk bersaing memperebutkan gelar juara dengan tim-tim mapan lainnya, hal tersebut dibuktikan sendiri oleh Ranieri saat dirinya menargetkan anak asuhnya mampu memperoleh 40 poin pada musim ini, atau dengan kata lain, asal mampu bertahan di Premier League saja itu sudah merupakan prestasi yang cukup baik. Penurunan target tersebut, secara langsung atau tidak langsung berpengaruh terhadap desire atau gairah bermain dari para pemain Leicester itu sendiri, di mana para pemain Leicester terlihat tidak lagi memiliki daya juang yang begitu ngotot seperti halnya yang mereka tunjukkan pada musim lalu.

190042814-d134e938-0cb8-4445-bd01-556363806253

Jika ada suatu hal selain gelar juara Premier League yang mampu dibanggakan fans Leicester saat ini, hal itu adalah kiprah mereka musim ini di ajang paling bergengsi di dataran Eropa, yakni Champions League. Leicester, yang baru pertama kalinya mengikuti ajang Champions League sepanjang sejarah klub mereka, berhasil keluar sebagai juara grup G dengan raihan empat kemenangan, sekali seri dan sekali kalah. Di babak 16 besar, mereka akan menghadapi tim asal Spanyol, Sevilla. Mengingat ini adalah kesempatan langka bagi Leicester untuk unjuk gigi di kompetisi Eropa, menarik untuk ditunggu sampai sejauh mana kiprah mereka di Champions League musim ini, di mana partisipasi mereka sendiri tentunya sudah akan sangat membantu Leicester khususnya dari segi finansial, karena pendapatan uang hadiah dan lain sebagainya. Dana segar tersebut nantinya harus dapat dimanfaatkan Leicester untuk melakukan rebuild terhadap skuad yang sudah ada dalam konteks menambah pemain baru yang mampu meningkatkan kualitas permainan mereka saat ini saat berkiprah di berbagai kompetisi, khususnya untuk concern mereka agar mampu bertahan di Premier League seperti halnya pada musim ini. Mengingat Premier League sudah semakin kompetitif dan unpredictable, Leicester nampaknya harus berhati-hati agar mereka tidak bernasib seperti Blackburn Rovers, tim yang sempat mengejutkan banyak pihak kala keluar sebagai juara Premier League di musim 1994/1995, namun lambat laun prestasinya semakin menurun sampai akhirnya terdegradasi ke divisi Championship pada musim 2011/2012 dan sampai sekarang tidak dapat kembali lagi ke Premier League.

skysports-leicester-champions-league_3837924

Menarik ditunggu, apakah slogan “Foxes Never Quit” yang dimiliki Leicester akan terus bertahan, ataukah hanya tinggal menunggu waktu saja sampai mereka resmi meninggalkan Premier League seperti halnya Blackburn setelah sempat menjadi one season wonder.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s