Musik dan Sepakbola Britania

kasabian-fire_s_1

Ah, Inggris dan sepakbola. Dua hal yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Apabila mendengar kata Inggris, selalu tidak bisa terlepas dari yang namanya hooligan atau julukan bagi suporter sepakbola dari ranah Britania yang begitu fanatik mendukung tim kesebelasannya. Mereka tidak jarang membuat chants atau semacam nyanyian yel-yel yang cukup catchy untuk didengar baik secara langsung di stadion maupun bagi penggemar yang hanya menonton di layar kaca televisi sekalipun. Berbicara mengenai seputar sepakbola Inggris, juga tidak terlepas dari halnya musik yang sudah menjadi kultur di ranah Britania dari masa ke masa dan sudah melekat di telinga orang-orang yang tinggal di Inggris. Lagu-lagu yang berasal dari berbagai macam genre tersebut, baik Britpop, Madchester, hingga ska, digunakan oleh para fans tim sepakbola di Inggris untuk dijadikan chants yang mereka gunakan untuk mendukung tim kesayangan mereka saat bertanding. Berikut ini adalah beberapa lagu yang mungkin sering Anda dengar ketika sedang menonton pertandingan sepakbola dari tim-tim yang berasal dari ranah Britania, terutama Premier League.

Fire – Kasabian

44

Jika Anda merupakan penggemar setia Premier League dan sering mengikuti perkembangannya di salah satu televisi swasta nasional pada kisaran tahun 2010 hingga 2013, maka rasanya Anda tidak asing lagi dengan lagu yang satu ini. “Fire” adalah lagu dengan genre psychedelic rock yang dinyanyikan oleh band rock asal Inggris, Kasabian. Lagu ini sempat menjadi official song Premier League selama tiga musim, dari musim 2010/2011 hingga musim 2012/2013. Untuk sekedar trivia, lagu ini pernah menempati peringkat ketiga dalam UK Singles Chart di minggu pertama lagu tersebut dirilis. Kasabian sendiri merupakan band yang berasal dari Leicester, dan lagu “Fire” sendiri sampai saat ini digunakan oleh kesebelasan Leicester City sebagai goal song mereka, di mana lagu tersebut akan diputar setiap kali Leicester City berhasil mencetak gol di King Power Stadium.

Just Can’t Get Enough – Depeche Mode

be5d02bd56ee7ee896327ee887de70dc

“Just Can’t Get Enough” adalah lagu yang dinyanyikan oleh band electronic music asal Inggris, Depeche Mode, yang dirilis pada bulan September 1981 sebagai single kedua dari album debut mereka, yakni Speak and Spell. Lagu ini menjadi terkenal di kalangan fans sepakbola di Inggris karena intro dari lagu ini tergolong adiktif untuk dijadikan chants dan terbukti lagu ini pun dimodifikasi oleh para fans tim sepakbola, misalnya fans Liverpool yang menggunakan lagu ini sebagai chants untuk Luis Suarez. Lagu ini sendiri sangat terkenal di kalangan fans tim asal Skotlandia, Glasgow Celtic, karena fans mereka menggunakan lagu ini sebagai chants untuk mendukung tim kesayangannya bertanding dan juga sebagai goal song yang menimbulkan atmosfer luar biasa riuhnya di dalam stadion Celtic Park setiap kali Celtic mencetak gol, terutama di laga-laga besar seperti Old Firm’s derby melawan rival abadi mereka, Glasgow Rangers.

Tom Hark – The Piranhas

r-1072006-1257693792-jpeg

Apabila kita membicarakan tentang kota Brighton, nampaknya tidak akan terlepas dari menyebut musik ska yang sudah sangat viral untuk didengar di kota tersebut. Hal tersebut bukannya tanpa alasan, mengingat akan adanya lagu “Tom Hark” yang dipopulerkan oleh band British-ska asal kota Brighton bernama “The Piranhas” yang sudah sangat terkenal di seantero Inggris. Musik ska, yang terkenal akan dominasi irama dari alat musik saxophone­-nya tersebut sudah sangat sering digunakan oleh para fans sepakbola di Inggris sebagai chants maupun goal song, dan lagu ini adalah salah satu contohnya. Banyak sekali kesebelasan di Inggris, baik dari Premier League maupun divisi di bawahnya seperti Championship, menggunakan lagu ini sebagai goal song saat timnya berhasil mencetak gol di pertandingan kandang, mulai dari Wigan Athletic, Swansea City, Burnley, Burton Albion dan masih banyak lagi. Tidak mengherankan mengingat lagu ini dirasa sangat sesuai dengan mood suporter di Inggris yang begitu fanatik dan gemar untuk bersorak-sorai. Terakhir, tune dari lagu ini mungkin akan familiar bagi fans Manchester United karena lagu ini digunakan sebagai chants untuk Anthony Martial.

Chase The Sun – Planet Funk

chase-the-sun-cover

Kembali ke electronic music. Ada lagu “Chase The Sun” yang dinyanyikan oleh grup electronic music asal Italia yang bernama Planet Funk. Lagu ini sendiri dirilis tepat pada awal era millenium, tepatnya pada bulan Desember di tahun 2000 sebagai single utama dari album debut mereka, Non Zero Sumness. Lagu ini terkenal akan nada instrumental di bagian reff-nya yang dinyanyikan oleh para fans kesebelasan Reading FC, sebagai goal song di pertandingan kandang mereka. Lagu ini membuat para fans selalu berteriak “Oi Oi Oi” berulang-ulang di bagian reff-nya yang memang terdengar catchy, terutama apabila saat didengar versi instrumentalnya (ini bukan chants Oi Oi Oi versi wota idol group Jepang ya). Selain di sepakbola, lagu ini juga terkenal di dunia olahraga Darts, di mana lagu ini selalu diputar setiap kali pertandingan Darts memasuki masa istirahat atau break iklan yang disusul dengan nyanyian “Oi Oi Oi” yang dilakukan oleh para fans Darts secara menggila.

One Step Beyond – Madness

madness_-_one_step_beyond

Lagi-lagi musik ska. Dan kali ini, ada lagu “One Step Beyond” yang dipopulerkan oleh grup British ska-pop yang bernama Madness. Lagu ini dirilis pada tanggal 19 Oktober 1979. Album One Step Beyond sendiri sempat bertengger di peringat kedua UK Albums Chart selama satu tahun lebih. Lagu yang hanya memperdengarkan permainan instrumen saxophone dari awal hingga akhir lagunya ini terkenal di kalangan fans Chelsea, karena lagu ini digunakan sebagai musik untuk menyambut kemenangan Chelsea di pertandingan-pertandingan penting, misalnya London derby bahkan hingga saat melakukan selebrasi kemenangan di Champions League dan Europa League. Biasanya, fans Chelsea akan bernyanyi mengikuti irama lagu ini sambil melompat-lompat untuk merayakan kemenangan timnya. Selain itu, lagu ini juga digunakan sebagai goal song dari tim asal Skotlandia, Glasgow Rangers.

Papa’s Got A Brand New Pigbag – Pigbag

maxresdefault

Berbicara tentang lagu yang isinya hanya instrumen saxophone dari awal sampai akhir, ada satu lagu lagi selain “One Step Beyond” yang juga sudah terkenal di kalangan fans sepakbola Inggris. Lagu tersebut adalah “Papa’s Got A Brand New Pigbag” yang dipopulerkan oleh band post-punk bernama Pigbag, yang aktif dari tahun 1980 hingga tahun 1983. Lagu ini digunakan sebagai chants dan goal song dari tim Queens Park Rangers. Versi lain dari lagu ini yang dipopulerkan oleh Perfecto Allstarz digunakan oleh tim Middlesbrough sebagai chants dan juga goal song mereka ketika Boro (julukan Middlesbrough) sukses mencetak gol di Riverside Stadium. Bisa dikatakan, lagu “Pigbag” tersebut sudah menjadi identitas tersendiri baik bagi QPR maupun Boro selama berkiprah di kompetisi sepakbola di Inggris.

This Is How It Feels – Inspiral Carpets

inspiral

“This Is How It Feels” adalah lagu yang sangat terkenal di kalangan dua fans tim Manchester, yakni United dan City. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat lagu ini dipopulerkan oleh Inspiral Carpets, band alternative rock yang dibentuk di Oldham, yang berada di kawasan Greater Manchester. Lagu ini sendiri memliki genre alternative rock dan Madchester, dan menjadi single pertama dari Inspiral Carpets yang berhasil masuk ke UK Top 40, dan sempat bertengger di peringkat ke-14 sebagai posisi terbaiknya. Siapa sangka, lagu yang memiliki lirik yang sangat depresif seperti di bagian reff-nya yang berbunyi “This is how it feels to be lonely, this is how it feels to be small. This is how it feels when your word means nothing at all” berhasil diubah liriknya oleh fans dari tim duo Manchester untuk melakukan banter atau saling ejek satu sama lain. Fans United mengubah lirik dari reff lagu tersebut menjadi “This is how it feels to be City, this is how it feels to be small. This is how it feels when your team wins nothing at all” untuk menyindir fans City yang tidak pernah merasakan kesuksesan dan kejayaan seperti United, apalagi sebelum taipan minyak asal Arab membeli klub yang identik dengan warna biru langit tersebut. Lantas, fans City pun membalas chants tersebut dengan lirik “This is how it feels to be City, this is how it feels to be small. You signed Phil Jones, we signed Kun Aguero”, yang mulai populer dinyanyikan oleh fans City setelah City perlahan tapi pasti mulai menunjukkan dominasinya di persepakbolaan Inggris dengan kekuatan uang yang mereka miliki, serta setelah mereka membantai United dengan skor 6-1 di Old Trafford dengan Sergio Aguero menjadi salah satu aktor yang berperan dalam menghancurkan United saat itu. Yah, ada-ada saja memang.

Freed From Desire – Gala

gala-freed_from_desire_s

Last, but not least, ada lagu lama yang sempat menjadi populer kembali terutama di tahun 2016 yang lalu. Lagu “Freed From Desire” yang dinyanyikan dan dipopulerkan oleh penyanyi asal Italia, Gala Rizzato atau lebih terkenal dipanggil dengan Gala merupakan lagu yang dirilis pada tahun 1996 sebagai single pertama dari album Gala yang pertama berjudul Come into My Life. Setelah 20 tahun lamanya, lagu ini kembali populer berkat fans dari kesebelasan Wigan Athletic, yang saat itu sedang berada di kompetisi League One, mengubah lirik lagu ini terutama di bagian reff-nya yang berbunyi “Freed from desire, mind and senses purified” menjadi “Will Grigg’s on fire, your defense is terrified” yang disusul dengan sorakan “Na-na-na-na-na-na-na na-na-na-na-na” secara berulang-ulang dan chants yang berhasil menimbulkan atmosfer kegilaan tersebut berhasil menjadi terkenal dengan cepat di kalangan publik sepakbola Inggris Raya. Will Grigg sendiri merupakan penyerang andalan Wigan yang sukses membawa timnya menjadi juara League One dan promosi ke divisi Championship, serta berhasil meraih gelar top skor di akhir musim, sehingga chants “Will Grigg’s on fire, your defence is terrified” pun semakin menjadi-jadi dan bahkan menjadi chants dari fans Irlandia Utara saat berlaga di ajang Euro 2016. Will Grigg sendiri bahkan tidak bermain di satu pertandingan pun kala itu, namun fans Irlandia Utara tetap menyanyikan chants tersebut secara menggila di setiap pertandingan Irlandia Utara yang mereka jalani sehingga lagu tersebut pun sempat menjadi booming di pertengahan tahun 2016, bahkan sempat menjadi meme di internet. Selain Wigan, lagu ini juga digunakan fans Newcastle United sebagai chants untuk Aleksander Mitrovic, dengan lirik yang berbunyi “Mitro’s on fire, your defence is terrified”.

Yah, memang ada-ada saja kelakuan fanatik fans sepakbola di Inggris. Namun, hal tersebut tak dipungkiri menjadi warna tersendiri dari fans sepakbola di Inggris yang tidak dimiliki oleh fans-fans sepakbola dari negara lain. Dengan kata lain, musik terbukti berhasil menyokong kehidupan fanatik para hooligan di Inggris dengan segala momen gila yang mereka miliki dan hal tersebut tentu menjadi salah satu alasan mengapa perkembangan sepakbola Inggris sangat layak untuk terus diikuti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s